Kamis, 27 Juli 2017

Inilah Perbedaan Antara Shared Hosting VPS dan Dedicated Server

Inilah Perbedaan Antara Shared Hosting VPS dan Dedicated Server - Assalamualaikum sahabat lupacode semuanya. Alhamdulilah pada malam hari ini saya masih dapat diberikan kesempatan untuk dapat menuliskan kembali sebuah postingan didalam blog lupacode – Tutorial Pemrograman. Pada kesempatan kali ini saya tidak akan membagikan sebuah source code kepada sahabat semuanya, melainkan saya akan menulisakan sedikit pembahasan mengenai Perbedaan Antara Shared Hosting VPS dan Dedicated Server untuk menambah wawasan sahabat lupacode semua didalam web server.


Perbedaan mendasar antara Shared Hosting, Virtual Private Server dan Dedicated Server yaitu terletak pada bagaimana sebuah server atau Komputer itu digunakan oleh pengguna atau user (pelanggan). Biasanya sebuah server itu berbentuk kotak dengan casing/box berbentuk  rack-mount ukuran 1U paling tipis. Server-server tersebut kemudian diletakkan pada sebuah rak khusus berukuran 42U paling tinggi, rak server tersebut berada di dalam sebuah data center yang memiliki sistem pendinginan, kelistrikan dan koneksi internet sehingga website di dalam server tersebut bisa diakses dari seluruh dunia.
Berikut ini akan saya bahas secara singkat padat dan jelas mengenai satu persatu antara Shared hosting, Virtual Private Server, dan Dedicated Server.


Shared Hosting ...
Jika sahabat semua berlangganan shared hosting, atau biasa disebut dengan web hosting, maka bisa dibilang sebuah server itu dipakai secara berjamaah antara sahabat dan pelanggan atau pengguna yang lain. Semua website pelanggan atau users berjalan pada sistem operasi dan kontrol panel yang sama. Sebuah server bisa dipakai bersama-sama oleh ratusan hingga ribuan website.
Resources atau sumber daya yang dipunyai oleh server tersebut dinikmati dan dipakai bersama-sama dengan seluruh pelanggan. Ketika ada pelanggan yang memakan banyak resource, maka pelanggan yang lain jelas akan terganggu.
Namun pada akhir-akhir ini sudah ada sistem operasi komersial yang dinamakan CloudLinux yang memungkinkan pembatasan sumber daya untuk setiap user. Dibatasi berapa konsumsi CPU dan Memory maksimal yang diperkenankan. Ketika sudah menyentuh batas maka website user tersebut tidak bisa diakses, sementara user yang lain tetap aman tidak terpengaruh.

Virtual Private Server ...
Jika sahabat semua berlangganan VPS, maka seolah-olah sahabat memiliki sebuah server sendiri. Cara kerjanya, sebuah server itu dibagi-bagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan resources atau sumber daya yang dimilikinya sehingga setiap bagian bisa menjalankan sistem operasinya sendiri-sendiri. Lazimnya sebuah server bisa dibagi menjadi puluhan VPS. Sistem pembagian virtual tersebut biasa disebut sistem virtualisasi. Ada 2 jenis virtualisasi, yaitu virtualisasi berbasis operating system, dan virtualisasi berbasis hardware.
VPS cocok untuk website yang memiliki banyak pengunjung, website yang memerlukan privacy dan security khusus dan website yang memerlukan settingan khusus namun memiliki keterbatasan biaya jika harus berlangganan dedicated server.

Dedicated Server ...
Jika sahabat semua berlangganan dedicated server, maka sebuah server fisik akan digunakan oleh sahabat sendiri, sehingga sahabat bisa menginstall sistem operasi dan kontrol panel serta melakukan pengaturan-pengaturan secara penuh terhadap server tersebut.

Cloud Server ...
Nah mungkin sahabat bertanya-tanya kok akhir-akhir ini banyak sekali istilah CLOUD ya? Apa sih sebenarnya cloud itu? Jadi, cloud server itu sistemnya hampir mirip dengan VPS, dimana ada virtualisasi di dalamnya. Bedanya, jika pada VPS itu virtualisasinya bertujuan membagi sebuah server menjadi beberapa virtual server, maka pada cloud server ini virtualisasinya bertujuan untuk menggabungkan banyak server menjadi seolah-olah satu server raksasa yang memiliki sumber daya sangat besar.
Nah, cloud server tersebut kemudian digunakan sebagaimana mestinya. Bisa dipakai sendiri misalnya oleh perusahaan besar yang butuh sumber daya komputasi yang besar (misalnya untuk pengolahan big data dan sistem iCloud yang dimiliki Apple dimana pengguna iPhone, iPad dan MacBook bisa mengunggah datanya tanpa batas ke ‘awan’), atau bisa dipakai beramai-ramai seperti halnya shared hosting dan VPS.


Maka kemudian munculah istilan Cloud VPS. Nah, ini adalah sistem virtualisasi yang berjalan di atas sistem virtualisasi. Sumber daya cloud server tadi dipecah-pecah lagi secara virtual menjadi kecil-kecil. Bedanya dengan VPS biasa, pada Cloud VPS ini sumber daya server yang digunakan adalah sumber daya virtual yang tersebar di banyak server. Makanya ada sebuah server dalam sistem cloud tersebut mengalami kegagalan/error, maka server yang lain langsung menangani tanpa ada jeda. Sedangkan pada VPS biasa, ketika servernya error maka seluruh VPS dalam server tersebut bisa terpengaruh. Muncul juga istilah cloud hosting, yaitu shared hosting yang berjalan di atas cloud server.
Bagusnya Berlangganan Yang Mana ?
Yang paling bagus bagi pelanggan atau pengguna adalah berlangganan sesuai kebutuhan. Dan kebutuhan setiap pelanggan itu berbeda-beda. Seperti ada orang yang nyaman-nyaman saja meskipun tinggal bersama beramai-ramai dalam sebuah rumah, ada yang nyaman jika tinggal di rumah kontrakan berkamar yang setiap kamar punya halaman sendiri-sendiri, ada yang sebenarnya sudah cukup tinggal bersama-sama, tapi lebih nyaman jika tinggal di sebuah rumah besar yang ditempati sendiri. Semua kembali pada kebutuhan dan biaya yang dijangkau.
Tapi tentu saja penyedia layanan akan senang jika setiap pelanggan berlangganan dedicated server. Ibaratkan seorang pemilik kompleks perumahan yang akan lebih senang jika setiap orang menyewa rumah satu per satu. Bukan menyewa sebuah rumah untuk ditinggali bersama-sama, apalagi menyewa sebuah rumah untuk ditempati beramai-ramai orang satu kampung.

Sumber Referensi : http://blog.istanahosting.com/2013/09/16/perbedaan-shared-hosting-vps-dan-dedicated-server/

Baiklah itu tadi sedikit atau sekilas pembahasan mengenai Perbedaan Antara Shared Hosting VPS dan Dedicated Server yang semoga ini dapat menambah wawasan kita semua, khususnya bagi sahabat lupacode yang baru pertama kali ingin mencoba menyewa layanan jasa shared hosting ataupun Dedicated server. Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan pada pembahasan materi kali ini, sampai berjumpa kembali pada pembahasan materi yang selanjutnya dari lupacode. Jangan lupa jika artikel atau postingan ini bermanfaat silahkan sahabat semua share postingan ini agar bermanfaat bagi sahabat yang lainnya terutama bagi sahabat yang baru pertama kali ingin mempelajari Bahasa pemrograman.

Terimakasih telah berkunjung kedalam blog lupacode, sampai berjumpa kembali dilain kesempatan. Saya admin dari blog lupacode undur diri, wassalamualaikum, wr, wb.

Silahkan berkomentar yang baik dan menarik sesuai dengan isi konten.
Komentar yang tidak diperbolehkan :

1. Berbau penghinaan SARA & PXXN
2. Komentar dengan Link hidup ( akan dianggap spam )
3. Komentar tidak nyambung dengan isi postingan
EmoticonEmoticon